Tips Menata Interior Pabrik Konveksi Dengan 5S

Bagi Anda yang memiliki pabrik konveksi, sudah sepatutnya memikirkan cara mengatur tata letak peralatan pabrik konveksi atau menata interior pabrik konveksi. Tidak sedikit pabrik konveksi terutama skala home industri jarang memikirkan tentang hal ini, padahal menata interior pabrik konveksi sangatlah penting. Mengapa penting? Karena secara tidak langsung akan mempengaruhi tingkat kenyamanan pekerja, lebih mudah mencari barang yang dibutuhkan, dan lain-lain.

Lantas bagaimana tips menata pabrik konveksi? Berikut tips dari jogjadesaininterior.com untuk Anda dengan menggunakan konsep 5 S. Sebelumnya Anda sudah tahu atau baru mendengar konsep 5 S.

Proses Konveksi Garmen, Sumber: greengarment.id

Apa Itu Konsep 5 S?

Konsep 5S merupakan konsep yang berasal dari Jepang, konsep ini terbilang sederhana dan mudah dimengerti serta mudah diterapkan oleh siapa saja, termasuk bagi Anda Pemilik pabrik konveksi. Konsep 5S disebut juga 5R yang dalam bahasa Indonesia meliputi:

1. Seiri (Ringkas)

2. Seiton (Rapi)

3. Seiso (Resik)

4. Seiketsu (Rawat)

5. Shitsuke (Rajin)

Apa Saja Manfaat Menata Interior Pabrik Konveksi?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa menata tempat usaha atau menata interior pabrik konveksi sangat penting karena memiliki manfaat tentunya, diantaranya:

1. Dapat meningkatkan produktivitas kerja, baik diri sendiri maupun karyawan. Anda dan/atau karyawan dapat bekerja dengan seefektif dan seefisien mungkin.

2. Meningkatkan keamanan (safety) di tempat kerja. Anda gak tau terjadinya kecelakaan akibat peralatan konveksi yang disimpan sembarangan bisa saja melukai tubuh Anda sendiri atau bahkan karyawan.

Tata Letak Mesin Konveksi Karyawan, Sumber: greengarment.id

3. Meningkatkan citra perusahaan di hadapan konsumen maupun client dengan melihat tata letak interior pabrik konveksi yang begitu rapi. Karena kerapian interior pabrik akan mencerminkan sikap Anda dan karyawan terhadap pekerjaan.

Tips Menata Interior Pabrik Konveksi Dengan Konsep 5 S

Menata interior pabrik konveksi Anda dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satu cara yang sederhana tanpa mengeluarkan budget yang terlalu besar dengan konsep 5 S, sebagai berikut:

1. Seiri (Ringkas)

Langkah pertama yang Anda lakukan adalah membuang barang seperti sisa benang atau kain yang tidak diperlukan atau tidak terpakai. Apabila proses menjahit sudah rampung, maka sisa benang atau kain yang tidak terpakai langsung dibuang, tanpa harus menunggu proses menjahit berikutnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya penumpukan sisa kain dan sisa benang.

Selain itu, agar benang atau kain yang baru dan sisa benang atau sisa kain bisa dibedakan. Apalagi kalau kain dan benangnya berwarna sama tentu akan susah dibedakan. Diusahakan, pada masing-masing tempat kerja karyawan disediakan tempat penyimpanan sisa benang dan sisa kain. Agar sisa benang yang tidak terpakai bisa langsung dibuang atau dibakar, namun sisa kain yang tidak terpakai bisa diolah menjadi keset.

2.  Seiton (Rapi)

Langkah kedua yang Anda lakukan selaku Pemiliki jasa konveksi jakarta adalah membenahi atau membuat standar tempat penyimpan untuk meletakkan barang atau peralatan pada tempatnya. Setiap barang dan peralatan memang harus dibuat tempat penyimpanan khusus. Seperti halnya membuat tempat khusus untuk sisa benang atau sisa kain pada masing-masing tempat kerja karyawan, agar karyawan langsung membuang sisa benang dan sisa kain pada tempatnya ketika proses jahit selesai dilakukan.

Selain itu, setiap peralatan untuk penyimpanan barang dibuat tempat khusus yang memudahkan karyawan mengambil dan menyimpannya. Setiap meja kerja karyawan harus ditata rapi dengan berjejer ke tembok atau saling menghadap ke depan. Hindari tempat kerja karyawan saling berhadapan, untuk mengurangi terjadinya banyak percakapan saat bekerja dan agar karyawan bisa konsentrasi pada pekerjaannya masing-masing.

Jasa Konveksi Jakarta, Sumber @konveksidijakarta.com

3. Seiso (Resik)

Langkah ketiga yang Anda lakukan adalah menjaga kebersihan tempat kerja. Menjaga kebersihan memang paling penting karena akan membuat hati nyaman dan senang apabila melihatnya. Setiap karyawan dituntut harus menjaga kebersihan, dengan hal kecil apapun. Misalnya membersihkan meja kerja setelah selesaikan menyelesaikan proses menjahit pertama sebelum masuk proses menjahit kedua dilakukan, begitupun seterusnya.

Selain itu, berikan waktu 30 menit batas selesai kerja sebelum pulang kerja, agar dalam waktu 30 menit tersebut bisa digunakan untuk melakukan bersih-bersih atau menata tempat kerja kembali seperti semula. Ibarat kata pepatah sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Begitu pun dengan sisa jahitan yang tidak dibuang dan dibiarkan tumpuk terus menerus maka akan jadi banyak dan semakin susah dibersihkan. Mending setiap hari setelah selesai kerja dibersihkan, daripada dibersihkan satu pekan sekali atau satu bulan sekali ketika sampah sudah menggunung.

4. Seiketsu (Rawat)

Langkah keempat yang Anda lakukan adalah mempertahankan tempat kerja agar tetap bersih dan rapi. Memang menjaga tempat kerja agar tetap bersih bukan perkara yang sulit, apabila sudah menjadi habit (kebiasaan) bersama baik oleh Pemilik maupun karyawan maka menjaga tempat kerja akan menjadi mudah.

Sehingga Pemilik harus memberikan contoh yang baik ke karyawan untuk menjaga kebersihan. Selain itu, Pemilik juga memberikan peringatan ringan ke karyawan apabila ditemui karyawan yang membuang sampah sembarangan baik sampah sisa benang atau kain, maupun sampah sisa makan.

5.  Shitsuke (Rajin)

Langkah kelima yang Anda lakukan adalah membiasakan diri untuk disiplin baik untuk diri Anda sendiri maupun untuk karyawan. Disiplin disini antara lain:

a. Membuah sampah pada tempatnya, baik sisa proses menjahit maupun sampah makanan dan minuman.

b. Menyimpan pada tempatnya setiap barang atau alat yang diambil.

c. Membersihkan tempat kerja setelah menyelesaikan pekerjaan atau sebelum pulang kerja tempat kerja harus sudah bersih.

d. Merawat kebersihan secara bersama-sama baik antara karyawan maupun dengan Pemilik.

e. Serta disiplin kerja lainnya dalam hal untuk membuat interior pabrik konveksi tetap rapi dan bersih.

5 konsep ini terbilang cukup sederhana ya!!! Namun, apakah mudah diterapkan juga? Semuanya tergantung pada Anda. Tetapi perlu diketahui, tidak ada sesuatu yang susah untuk diterapkan kalau Anda punya niat. Sama halnya ketika menerapkan konsep 5 S dalam menata interior pabrik konveksi Anda. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Leave a Comment

WhatsApp Chat Order Interior